Tattoos, Tribal tattoos, Celtic tattoos, tattoo designs, cross tattoos, flower tattoos, lower back tattoos, butterfly tattoos, sun tattoos, religious tattoos, fairy tattoos, dragon tattoo,metal tattoo,mega death tattoo.
Senin, 01 November 2010
Art : Body Painting
Body paint atau seni melukis tubuh mungkin sudah tak asing bagi kita,karena jenis melukis yang satu ini sudah ada sejak puluhan tahun yang lalu,meskipun dibeberapa negara masyarakatnya yang berprofesi sebagai model masih enggan melakukan dengan alasan tabu ( khususnya asia tenggara dan timur tengah ).tapi dikarenakan media yang ada maka ada saja yang sudah pasti melakukakannya ( umumnya karena ikut ikutan bukan karena atas nama seni ),dan jarang di expose.
Melukis diatas tubuh yang berfungsi sebagai canvas tentunya memerlukan keahlian tersendiri,tidak sedikit yang melakukannya malah jauh dari kesan indah tetapi ada kesan sekedar mewarnai tubuh doang hehehe…
Tapi tidak seperti yang berikut ini,lukisan yang tercipta pada tubuh para model cakep ini memang gawean seniman yang sudah pro,dan peralatan umumnya ( spray gun ) serta cat yang digunakan tergolong sangat baik,sehingga meskipun kulit berkerut perubahan yang terlihat tidak begitu berarti.






Melukis diatas tubuh yang berfungsi sebagai canvas tentunya memerlukan keahlian tersendiri,tidak sedikit yang melakukannya malah jauh dari kesan indah tetapi ada kesan sekedar mewarnai tubuh doang hehehe…
Tapi tidak seperti yang berikut ini,lukisan yang tercipta pada tubuh para model cakep ini memang gawean seniman yang sudah pro,dan peralatan umumnya ( spray gun ) serta cat yang digunakan tergolong sangat baik,sehingga meskipun kulit berkerut perubahan yang terlihat tidak begitu berarti.
Buah Buahan Tak tau malu
Dengan sangat terpaksa saya kasih judul demikian,bagaimana tidak ? bentuk buah buahan ini benar benar mirip siPeni bin siotong, siToke dan siVina…wakakakaak,
Sungguh buah buahan yang matang dan dewasa ,tampil vulgar dengan simbol kedewasaan ( sampai sampai ada yang kawin segala loh ..) yang menggelitik dipandang mata ,saran kalo ketemu yang begini jangan langsung dimakan ! kenapa ..?? yaaah Sayang aja,kalo mau makan buah makan yang modelnya Normal normal aja,kalo yang kayak gini mending di jepret jepret dulu terus di share buat kita kita..hehehe
okey biar gak penasaran silahkan lihat bagi yang blom pernah liat,yang udah liat ga usah lihat,mudah mudahan tidak dianggap pornografi dan porno aksi, buahbuahan ini tak pernah salah dengan wujud dan bentuknya jika toh ada yang salah tak lain dan tak bukan itu pasti karena sudut pandang yang melihat dan menerjemahkannya..wakakakaaaak













Sungguh buah buahan yang matang dan dewasa ,tampil vulgar dengan simbol kedewasaan ( sampai sampai ada yang kawin segala loh ..) yang menggelitik dipandang mata ,saran kalo ketemu yang begini jangan langsung dimakan ! kenapa ..?? yaaah Sayang aja,kalo mau makan buah makan yang modelnya Normal normal aja,kalo yang kayak gini mending di jepret jepret dulu terus di share buat kita kita..hehehe
okey biar gak penasaran silahkan lihat bagi yang blom pernah liat,yang udah liat ga usah lihat,mudah mudahan tidak dianggap pornografi dan porno aksi, buahbuahan ini tak pernah salah dengan wujud dan bentuknya jika toh ada yang salah tak lain dan tak bukan itu pasti karena sudut pandang yang melihat dan menerjemahkannya..wakakakaaaak
Parade buah buahan 17 + dari berbagai sumber :
Martin cooper penemu Handphone pertama didunia
Mungkin diantara sekian banyak pengguna phonsel,masih ada diantaranya yang tidak pernah tahu siapakah penemu phonsel pertama kali,dan siapakah vendor pertama kali yang menjadi menjadi rahim tempat lahirnya media komunikasi dan multimedia dalam genggaman ini.
Sekedar belajar dan berbagi,rasanya tak ada salahnya artikel ini kembali dibagi sebagai penyampai informasi,bagi sahabat yang telah berkunjung kemari yang mungkin ada dan belum mengetahui.
Martin Cooper merupakan penemu ponsel yang digunakan lebih dari separuh populasi dunia. Handset pertama dilahirkannya pada 1973 dengan bantuan tim Motorola dengan berat dua kilogram. Ketika dia menderita di jalanan New York dan membuat panggilan ponsel pertama dari prototipe ponselnya, dia tidak pernah membayangkan perangkat buatannya itu akan sukses suatu saat. Untuk memproduksi ponsel pertama, Motorola memerlukan biaya setara dengan US$1 juta. “Di 1983, ponsel portabel berharga US$4 ribu (Rp36 juta) setara dengan US$10 ribu (Rp90 juta) hari ini,” ujarnya.
Cooper mengatakan bahwa timnya menghadapi tantangan bagaimana memasukkan semua bahan ke dalam sebuah ponsel untuk pertama kalinya. Namun akhirnya desainer industri telah melakukan pekerjaan super dan insinyur menyelesaikan dua kilogram perangkat ponsel pertama.
“Bahan yang sangat penting untuk ponsel pertama adalah baterai dengan berat empat atau lima kali daripada ponsel yang ada saat ini. Waktu hidup baterai 20 menit, tetapi hal tersebut bukan masalah karena pengguna tidak akan menggunakannya selama itu,” ujarnya.
Setelah memproduksi ponsel, tantangan terbesar adalah mengadaptasi infrastruktur untuk mendukung panggilan ponsel mobile. “Tantangannya adalah menciptakan jaringan dengan hanya membutuhkan 3 MHz spektrum, setara dengan lima channel TV yang tersalur ke seluruh dunia,” imbuhnya. Dia dan timnya berharap bahwa suatu hari setiap orang bisa memiliki handset mereka sendiri.
“Faktanya kami bergurau dengan mengatakan di masa depan, ketika seseorang lahir maka harus menandatangani sebuah nomor telepon dan jika tidak menjawab panggilan telepon, maka pengguna akan meninggal. Kami tidak memiliki bayangan dalam waktu 35 tahun separuh manusia di bumi akan memiliki ponsel dan mereka memberikan ponsel kepada orang lain secara cuma-cuma,” katanya.
Pada awalnya ponsel secara resmi dibuat untuk menolong dokter dan staf rumah sakit meningkatkan komunikasi mereka. Cooper berharap perangkat ini akan membantu keamanan dan kebebasan bagi orang-orang, tetapi ternyata implikasi sosial yang muncul melebihi pemahaman Cooper hampir selama empat dekade lalu.
“Kami tidak pernah mengira bahwa hal seperti Facebook dan Twitter dan semua konsepnya akan terjadi di dalam ponsel,” terangnya.
Generasi baru yang disebut sebagai ponsel pintar telah merevolusi industri ponsel mobile dan mengubah cara orang menggunakannya. Teknologi dalam handset telah berubah fokus dari ‘voice’ menjadi fungsi lainnya semacam pemutar media portabel, jelajah web dan kamera.
Dengan mempelajari keseluruhan teknologi, Cooper percaya bahwa operator dan produsen ponsel telah mengubah handheld ponsel menjadi layaknya monster.
“Buku petunjuk saat ini lebih besar dan berat bila dibandingkan dengan ponsel itu sendiri,” ujar Cooper. “Teknologi yang baik adalah intuitif, ponsel memaksa tiap orang menjadi seorang insinyur.”
Tetapi Cooper masih menikmati menguji coba ponsel terbaru, karena dia ingin memahami inovasi yang terjadi di pasar ponsel. “Anda harus menyelam ke dalam produk dan menggunakannya untuk lebih memahami, itulah mengapa saya memiliki sebuah ponsel baru setiap satu atau dua bulan,” ujar Cooper.
Seiring dengan perkembangan ponsel ke generasi ke-empat, dengan fitur baru di setiap pembaruannya, penemu ponsel tersebut mengatakan bahwa handset di masa depan harus bertujuan meningkatkan kualitas kehidupan pengguna. “Teknologi membuat hidup lebih baik, lebih nyaman, aman, mendidik, menghibur dan sebagian besar membuat lebih produktif dan sehat,” ujar Cooper.
Dalam terminologi pengembangan fisik ponsel yang telah mengecil dari awalnya seukuran batu bata, dia percaya bahwa pengguna masa depan akan bisa berbagi dengan perangkat tersebut.
“Ponsel dalam jangka panjang akan bisa dimasukkan ke bawah kulit belakang telinga dengan komputer canggih yang akan membuat kerja lebih keras,” tegasnya.
Sekedar belajar dan berbagi,rasanya tak ada salahnya artikel ini kembali dibagi sebagai penyampai informasi,bagi sahabat yang telah berkunjung kemari yang mungkin ada dan belum mengetahui.
Martin Cooper merupakan penemu ponsel yang digunakan lebih dari separuh populasi dunia. Handset pertama dilahirkannya pada 1973 dengan bantuan tim Motorola dengan berat dua kilogram. Ketika dia menderita di jalanan New York dan membuat panggilan ponsel pertama dari prototipe ponselnya, dia tidak pernah membayangkan perangkat buatannya itu akan sukses suatu saat. Untuk memproduksi ponsel pertama, Motorola memerlukan biaya setara dengan US$1 juta. “Di 1983, ponsel portabel berharga US$4 ribu (Rp36 juta) setara dengan US$10 ribu (Rp90 juta) hari ini,” ujarnya.
| Martin Cooper |
“Bahan yang sangat penting untuk ponsel pertama adalah baterai dengan berat empat atau lima kali daripada ponsel yang ada saat ini. Waktu hidup baterai 20 menit, tetapi hal tersebut bukan masalah karena pengguna tidak akan menggunakannya selama itu,” ujarnya.
Setelah memproduksi ponsel, tantangan terbesar adalah mengadaptasi infrastruktur untuk mendukung panggilan ponsel mobile. “Tantangannya adalah menciptakan jaringan dengan hanya membutuhkan 3 MHz spektrum, setara dengan lima channel TV yang tersalur ke seluruh dunia,” imbuhnya. Dia dan timnya berharap bahwa suatu hari setiap orang bisa memiliki handset mereka sendiri.
“Faktanya kami bergurau dengan mengatakan di masa depan, ketika seseorang lahir maka harus menandatangani sebuah nomor telepon dan jika tidak menjawab panggilan telepon, maka pengguna akan meninggal. Kami tidak memiliki bayangan dalam waktu 35 tahun separuh manusia di bumi akan memiliki ponsel dan mereka memberikan ponsel kepada orang lain secara cuma-cuma,” katanya.
Pada awalnya ponsel secara resmi dibuat untuk menolong dokter dan staf rumah sakit meningkatkan komunikasi mereka. Cooper berharap perangkat ini akan membantu keamanan dan kebebasan bagi orang-orang, tetapi ternyata implikasi sosial yang muncul melebihi pemahaman Cooper hampir selama empat dekade lalu.
“Kami tidak pernah mengira bahwa hal seperti Facebook dan Twitter dan semua konsepnya akan terjadi di dalam ponsel,” terangnya.
Generasi baru yang disebut sebagai ponsel pintar telah merevolusi industri ponsel mobile dan mengubah cara orang menggunakannya. Teknologi dalam handset telah berubah fokus dari ‘voice’ menjadi fungsi lainnya semacam pemutar media portabel, jelajah web dan kamera.
Dengan mempelajari keseluruhan teknologi, Cooper percaya bahwa operator dan produsen ponsel telah mengubah handheld ponsel menjadi layaknya monster.
“Buku petunjuk saat ini lebih besar dan berat bila dibandingkan dengan ponsel itu sendiri,” ujar Cooper. “Teknologi yang baik adalah intuitif, ponsel memaksa tiap orang menjadi seorang insinyur.”
Tetapi Cooper masih menikmati menguji coba ponsel terbaru, karena dia ingin memahami inovasi yang terjadi di pasar ponsel. “Anda harus menyelam ke dalam produk dan menggunakannya untuk lebih memahami, itulah mengapa saya memiliki sebuah ponsel baru setiap satu atau dua bulan,” ujar Cooper.
Seiring dengan perkembangan ponsel ke generasi ke-empat, dengan fitur baru di setiap pembaruannya, penemu ponsel tersebut mengatakan bahwa handset di masa depan harus bertujuan meningkatkan kualitas kehidupan pengguna. “Teknologi membuat hidup lebih baik, lebih nyaman, aman, mendidik, menghibur dan sebagian besar membuat lebih produktif dan sehat,” ujar Cooper.
Dalam terminologi pengembangan fisik ponsel yang telah mengecil dari awalnya seukuran batu bata, dia percaya bahwa pengguna masa depan akan bisa berbagi dengan perangkat tersebut.
“Ponsel dalam jangka panjang akan bisa dimasukkan ke bawah kulit belakang telinga dengan komputer canggih yang akan membuat kerja lebih keras,” tegasnya.
Amy Winehouse Tattoo
Upset singer Amy Winehouse has several tattoos, including "Blake's" heart about her ex-hubby Blake Fielder and Pinup girl in her arms ..
Cool Tattoo design and Sket Design
Cool Tattoo design and Sket Design for Your Tattoo design, Skull, Rose, Butterfly, Burn AS very good designs tatoo but look for small Tattoo. you can see the athers sexy cool Tattoos here
Langganan:
Postingan (Atom)


